7  UAS-1 My Concepts

Sistem Monitoring dan Prediksi Emisi Karbon Perkotaan Berbasis AI untuk Kota di Indonesia

Perubahan iklim semakin nyata dampaknya di wilayah perkotaan Indonesia. Kota menjadi pusat transportasi, aktivitas ekonomi, dan konsumsi energi. International Energy Agency mencatat bahwa lebih dari 70 persen emisi karbon global berasal dari kawasan perkotaan. Namun, banyak kota di Indonesia masih mengandalkan data emisi yang tersebar, tidak sinkron, dan diperbarui secara berkala.

Masalah utama dalam pengendalian emisi karbon perkotaan bukan hanya tingginya emisi, tetapi lemahnya sistem pemantauan dan prediksi. Data lalu lintas, konsumsi listrik bangunan, kualitas udara, dan kondisi cuaca dikelola oleh instansi berbeda dan jarang disatukan dalam satu sistem.

Konsep yang saya ajukan adalah sistem informasi perkotaan sebagai alat monitoring dan prediksi emisi karbon berbasis artificial intelligence. Sistem ini berada pada level konseptual strategis dan berfungsi sebagai pendukung pengambilan keputusan, bukan sebagai teknologi eksperimental.

Sistem bekerja dengan mengintegrasikan sensor kualitas udara, data lalu lintas, konsumsi energi gedung, dan data cuaca ke dalam satu platform pemerintah kota. Informasi ditampilkan dalam bentuk peta dan grafik tren agar mudah dipahami pembuat kebijakan.

Artificial intelligence digunakan untuk menganalisis pola historis dan kondisi terkini guna memprediksi lonjakan emisi. Dengan prediksi ini, pemerintah kota dapat melakukan intervensi dini seperti pengaturan lalu lintas atau penghematan energi gedung publik.

Sebagai mahasiswa IT, saya memposisikan diri sebagai perancang sistem konseptual yang menekankan alur informasi dan dampaknya terhadap kebijakan publik. Pembahasan algoritma teknis tidak disertakan agar konsep tetap non IT friendly.

Konsep ini memiliki batasan yang jelas. Akurasi sistem sangat bergantung pada kualitas dan konsistensi data. Dengan batasan yang disadari dan tujuan yang realistis, konsep ini relevan sebagai dasar pengembangan sistem informasi perkotaan.