11  UAS-5 My Professional Reviews

Self Assessment Karya UAS 1 sampai UAS 4

LINK SHEETS

Bagian ini merupakan self assessment terhadap rangkaian UAS 1 hingga UAS 4 yang disusun dalam tema My Masterpiece. Penilaian dilakukan dengan menggunakan rubrik yang sama, meliputi clarity, logic, relevance, usefulness, dan engagement. Saya menulis sebagai mahasiswa yang mengevaluasi karyanya sendiri dengan pendekatan akademik formal.

Evaluasi UAS-1 My Concepts: 5/5

UAS-1 berfokus pada perancangan konseptual sistem monitoring dan prediksi emisi karbon perkotaan. Dari aspek clarity, konsep disusun dengan alur yang jelas, dimulai dari permasalahan perubahan iklim hingga peran sistem informasi. Batasan masalah dijaga agar tetap spesifik pada konteks perkotaan, sehingga pembahasan tidak melebar.

Dari sisi logic, hubungan antara data, prediksi, dan kebijakan dibangun secara runtut dan mudah dipahami oleh pembaca non IT. Relevance terhadap tema UAS sangat kuat karena konsep secara langsung mengaitkan isu kemanusiaan dengan teknologi informasi. Dari aspek usefulness, konsep ini realistis untuk konteks pemerintah kota tanpa klaim implementasi teknis yang berlebihan.

Evaluasi UAS-2 My Opinions: 5/5

UAS-2 menyampaikan opini kritis terhadap kondisi pemanfaatan teknologi AI yang belum diprioritaskan untuk kepentingan publik. Clarity terlihat dari posisi penulis yang tegas sejak awal tanpa ambiguitas. Argumen disampaikan secara konsisten dan terarah kepada pembuat kebijakan.

Dari aspek logic, opini dibangun berdasarkan kondisi nyata bahwa teknologi AI sudah tersedia, namun sering digunakan untuk hal yang kurang berdampak sosial. Relevance terhadap tema sangat tinggi karena opini ini menantang cara berpikir kebijakan dalam pemanfaatan AI. Nada kritis dijaga tetap rasional sehingga engagement tetap terbangun.

Evaluasi UAS-3 My Innovations: 5/5

UAS-3 mengusulkan mekanisme kebijakan berbasis skor risiko emisi karbon per wilayah di Kota Bandung. Clarity inovasi terjaga karena sejak awal ditegaskan bahwa inovasi ini merupakan mekanisme kebijakan, bukan sistem teknologi baru.

Logic inovasi terlihat dari cara data yang sudah tersedia digabungkan menjadi satu indikator yang mudah digunakan. Usefulness menjadi kekuatan utama karena output berupa skor risiko dapat langsung dimanfaatkan oleh pemerintah kota dalam menentukan prioritas kebijakan. Skala penerapan dibatasi pada satu kota sehingga inovasi tetap realistis.

Evaluasi UAS-4 My Knowledge: 5/5

UAS-4 menunjukkan pemahaman dasar tentang perubahan iklim dan peran sistem informasi dalam pengambilan keputusan publik. Clarity terjaga melalui penjelasan konsep dengan bahasa yang sederhana dan non teknis.

Dari sisi logic, hubungan antara teori perubahan iklim, data emisi perkotaan, dan kebutuhan sistem informasi dijelaskan secara konsisten. Relevance terhadap UAS sebelumnya sangat kuat karena pengetahuan ini menjadi fondasi konseptual bagi konsep, opini, dan inovasi yang diajukan. Referensi akademik dan lembaga internasional digunakan langsung dalam konteks pembahasan (IPCC, 2023; IEA, 2022; Laudon dan Laudon, 2020).

Refleksi Keseluruhan

Secara keseluruhan, UAS 1 hingga UAS 4 menunjukkan konsistensi tema, alur berpikir yang terstruktur, dan keterkaitan antar bagian. Kelebihan utama karya ini terletak pada fokus masalah yang jelas, penggunaan sistem informasi sebagai alat strategis, serta kesadaran terhadap batasan konsep dan inovasi.

Berdasarkan rubrik penilaian, karya ini memiliki kekuatan pada clarity, relevance, dan usefulness. Area yang masih dapat ditingkatkan adalah pendalaman evaluasi dampak jangka panjang dan kesiapan implementasi kebijakan. Namun secara akademik, rangkaian UAS ini sudah memenuhi kriteria karya konseptual dengan kualitas penilaian sangat baik.

Referensi

Intergovernmental Panel on Climate Change. Climate Change Synthesis Report. 2023.

International Energy Agency. Cities and Energy Transition. 2022.

Laudon, K. C. dan Laudon, J. P. Management Information Systems. 2020.

World Economic Forum. Data Driven Cities for Climate Action. 2020.